Menilai Perilaku Orang Lain

Dalam kehidupan bersosialisasi, kita pasti bertemu dengan bebagai macam orang. Dari yang tadinya kita kira dia adalah seorang yang sangat menggangu atau dia tadinya hanya seorang yang sangat pendiam hingga dibilang aneh oleh teman-temannya. Kita sebagai manusia yang dimana bisa dikatakan sebagai manusia sosial kita tidak bisa menilai orang hanya dari pertama kali kita kenal. Kita harus bisa melihat lebih dalam.

Kita sebagai manusia yang mempunyai banyak kekurangan harus sadar diri akan kekurangan kita karena bagaimanapun kita hanyalah makhluk Allah yang sering khilaf. Maka dari itu kita harus banyak-banyak intropeksi diri, banyak merenung, dan selalu berpikir.

Mengapa saya bisa bilang bahwa kita harus mengenal seseorang dengan baik baru kita bisa menilai orang tersebut? Mari simak cerita saya di bawah ini.

Azim, dia adalah teman saya di kampus. Saat pertama kali melihatnya jujur menurut saya dia adalah orang yang sangat berantakan baik di fisik maupun di mental. Tetapi setelah saya mengenal dia kurang lebih 6 bulan, ternyata banyak hal yang membuat saya terkejut. Setelah saya berada di kelas yang sama dengannya ternyata dia adalah orang satu-satunya yang sangat menguasai yang namanya sejarah khususnya Indonesia. Kalau saya melihat dari fisik, saya kira dia adalah orang yang selera musiknya adalah underground. Lalu suatu sore saat saya sedang berbincang-bincang di tendu, dia bercerita tentang pengalamannya saat ia datang kesebuah konser klasik yang dimana sang komposer memainkan lagu-lagu ciptaan Beethoven. Jujur saya sangat terkejut mendengarnya.

Tidak semua yang terlihat buruk di luar dan di awal adalah siapa dia sebenarnya. Banyak orang berkata bahwa kesan pertama sangat penting, tetapi lebih penting yaitu siapa dia sebenarnya......

De Javu? Kenal dulu orang tersebut dengan baik baru kita bisa menilai siapa dia...

Cherrio :)

Comments

  1. gue koreksi ya..
    komposer yg mimpin orchestra yg gue ceritain waktu itu dia mainin lagunya J.S. Bach. dari jaman classical gothic. sama Frederic Chopin. jaman calssical romantic.

    thanks mpi!
    ahahahahapasihgue

    ReplyDelete
  2. Gua yang makasih Zim, makasih karena lo udah menginspirasi gua. Hehehehehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts