Cuma Aib!
19 tahun sudah aku hidup, penuh berbagai macam kisah. Dari yang sedih, bahagia, membingungkan, menakutkan, dan banyak lagi. Aku mencoba berpikir, belakangan ini semangat dalam diri ini kandas bagai ditelan bumi. Habis terbakar seiring dengan berjalannya waktu. Aku bukanlah orang yang seperti dulu. Sekarang, bagiku hidup ini hanya menjalankan perintah yang tak ada habisnya. Bagai robot yang diperintah oleh tuannya.
Dulu, aku berpikir bahwa hidup ini harus digunakan dengan sebaik-baiknya karena hidup itu singkat dan hanya sekali. Dan pada kenyataannya aku tak bisa melakukan hal itu, yaitu melakukan yang terbaik. Tubuh dan jiwaku tak senada.
Aku iri kepada orang yang dimana ibadah mereka sungguh rajin. Aku iri kepada orang yang bisa mempunyai dan bisa menyayangi seseorang yang spesial. Aku iri kepada orang yang dimana mereka khawatir mereka banyak berbuat dosa. Aku iri kepada orang yang bisa membuar dirinya bahagia, bahkan dengan hal sekecil apapun.
Apakah aku berlebihan? Apakah aku naif? Apakah aku bodoh? Apakah aku hanya terlalu memikirkan semua ini?
Semakin habis usiaku, semakin aku merasa pilihan semakim menyempit dan aku kehabisan pilihan yang dimana bisa membuatku merasa hidup kembali.
Apa? Aku bingung sudah. Habis akal sudah aku memahami semua ini. Apakah Tuhan terlalu sayang kepadaku dan memberikan aku ujian yang sungguh berat? Sudah saatnyakah aku bangkit? Sudah saatnya kah aku menghancurkan kebahagian yang ada demi kebahagiaan nanti?
Aku bahkan tak tahu apa yang aku butuhkan dalam hidup ini sekarang!
Bisakah aku kembali ke jalan yang benar? Apakah saatnya aku sadar bahwa aku kalah dan aku harus meminta maaf kepada Sang Khalik bahwa aku salah dalam setiap langkah dalam hidupku belakangan ini? Apakah aku sudah siap dalam menerima semua siksaan di dunia?
Aku percaya bahwa Tuhan masih mencintai saya, hanya saja aku tidak bisa mensyukuri apa yang Tuhan sudah berikan kepadaku. Apakah ini berarti aku masih tahu batasan mana yang benar dan salah?
Apakah ini yang dinamakan "menjadi dewasa"?
Comments
Post a Comment