Penyesalan
Ada beberapa orang mengatakan bahwa penyesalan datang terakhir. Ada juga yang berkata, berpikir dahulu sebelum bertindak agar tidak menyesal dikemudian hari. Sebenarnya apabila kita telaah kembali, apa arti penyesalan untuk kita? Apakah itu akan membuat kita sakit? Apakah hal itu akan membuat kita mati?
Mungkin penyesalan tidak akan membuat kita mati, hanya sakit. Rasa sakit itu muncul dari perbuatan yang kita lakukan sebelumnya terhadap orang lain yang dimana menurut norma yang ada hal tersebut merupakan sebuah kesalahan yang fatal dan bisa membuat orang lain merugi.
Sekarang coba lihat dari sudut pandang diri kita. Apakah kita yakin dengan apa yang namanya penyesalan? Apakah benar kita menyesal telah menyakiti orang yang sudah menyakiti kita sebelumnya? Apakah kita menyesal saat kita membunuh seseorang karena orang tersebut sudah membunuh ibu kita? Apakah kita menyesal menabrak mobil kita ke mobil di depan kita yang dimana membuat macet karena pengemudinya sedang ngobrol dengan pengemudi mobil lainnya?
Penyesalan merupakan suatu hal yang dimana membuat kita berpikir berkali-kali terhadap apa yang telah kita lakukan dimasa lalu. Membuat hal yang kecil seakan-akan adalah hal terpenting pada saat itu. Sebagai contoh, kita mendapatkan nilai buruk pada saat kuliah dan kita mendapatkan nilai yang buruk tersebut karena kita malas dalam proses perkuliahan, tugas dikerjakan dengan semampunya, dan tes akhir dijalani dengan optimisme yang kosong karena kita hanya bergantung terhadap nilai kasihan. Lalu ternyata nilai kita jauh dibawah yang kita harapkan dan kita berpikir bahwa kita tidak akan mendapatkan pekerjaan yang layak nantinya. Penyesalan datang bertubi-tubi dan menyalahkan diri sendiri atas kelalaiannya dalam menjalani proses perkuliahan.
Tetapi penyesalan membuat kita menjadi orang yang lebih teliti dan lebih sabar (jika kita dapat melewatinya dengan sikap yang positif dan adanya dukungan dari orang-orang terdekat). Kita sadar akan kekurangan kita dan kita berusaha memperbaikinya agar penyesalan tersebut tidak terjadi lagi, hmm mungkin berkurang.
Apa yang kita bisa tangkap dari wacana diatas? "Penyesalan ada pada saat kita melakukan sesuatu, tetapi kita akan lebih menyesal pada saat kita tidak melakukan hal tersebut".
Hasil yang buruk, jauh dari harapan, bahkan tidak menghasilkan apapun membuat kita kecewa. Tetapi percayalah kita akan menyesal apabila kita tidak melakukan apa-apa untuk mencapai hasil tersebut. Karena hasil buruk, bahkan tak ada hasil bukan berarti kita gagal. Menyesal dan menyerah merupakan dua hal yang berbeda.
Menyesal lah selagi kita bisa, tetapi ingat, jangan jadikan penyesalan sebagai pegangan hidup. Jadikan sikap pantang mundur menjadi salah satu pedoman kita.
Mungkin penyesalan tidak akan membuat kita mati, hanya sakit. Rasa sakit itu muncul dari perbuatan yang kita lakukan sebelumnya terhadap orang lain yang dimana menurut norma yang ada hal tersebut merupakan sebuah kesalahan yang fatal dan bisa membuat orang lain merugi.
Sekarang coba lihat dari sudut pandang diri kita. Apakah kita yakin dengan apa yang namanya penyesalan? Apakah benar kita menyesal telah menyakiti orang yang sudah menyakiti kita sebelumnya? Apakah kita menyesal saat kita membunuh seseorang karena orang tersebut sudah membunuh ibu kita? Apakah kita menyesal menabrak mobil kita ke mobil di depan kita yang dimana membuat macet karena pengemudinya sedang ngobrol dengan pengemudi mobil lainnya?
Penyesalan merupakan suatu hal yang dimana membuat kita berpikir berkali-kali terhadap apa yang telah kita lakukan dimasa lalu. Membuat hal yang kecil seakan-akan adalah hal terpenting pada saat itu. Sebagai contoh, kita mendapatkan nilai buruk pada saat kuliah dan kita mendapatkan nilai yang buruk tersebut karena kita malas dalam proses perkuliahan, tugas dikerjakan dengan semampunya, dan tes akhir dijalani dengan optimisme yang kosong karena kita hanya bergantung terhadap nilai kasihan. Lalu ternyata nilai kita jauh dibawah yang kita harapkan dan kita berpikir bahwa kita tidak akan mendapatkan pekerjaan yang layak nantinya. Penyesalan datang bertubi-tubi dan menyalahkan diri sendiri atas kelalaiannya dalam menjalani proses perkuliahan.
Tetapi penyesalan membuat kita menjadi orang yang lebih teliti dan lebih sabar (jika kita dapat melewatinya dengan sikap yang positif dan adanya dukungan dari orang-orang terdekat). Kita sadar akan kekurangan kita dan kita berusaha memperbaikinya agar penyesalan tersebut tidak terjadi lagi, hmm mungkin berkurang.
Apa yang kita bisa tangkap dari wacana diatas? "Penyesalan ada pada saat kita melakukan sesuatu, tetapi kita akan lebih menyesal pada saat kita tidak melakukan hal tersebut".
Hasil yang buruk, jauh dari harapan, bahkan tidak menghasilkan apapun membuat kita kecewa. Tetapi percayalah kita akan menyesal apabila kita tidak melakukan apa-apa untuk mencapai hasil tersebut. Karena hasil buruk, bahkan tak ada hasil bukan berarti kita gagal. Menyesal dan menyerah merupakan dua hal yang berbeda.
Menyesal lah selagi kita bisa, tetapi ingat, jangan jadikan penyesalan sebagai pegangan hidup. Jadikan sikap pantang mundur menjadi salah satu pedoman kita.
Comments
Post a Comment