Industri Musik: Menuju Kehancuran atau Sebuah Hal Baru?

Michael Jackson, Stevie Wonder, Elvis Presley, Aretha Franklin, Doris Day, Judy Garland, Barbra Streisand, dan Louis Armstrong berikut adalah nama-nama penyanyi legenda yang hingga saat ini masih kita dengarkan karya-karyanya. Walaupun beberapa ada yang sudah tiada, karya mereka jauh lebih besar dari kehidupan ini. Musik yang mereka ciptakan merupakan maha karya bagi diri mereka sendiri maupun kepada dunia. Pesan yang mereka sampaikan di lagu-lagu yang mereka ciptakan merupakan curahan hati mereka terhadap suatu keadaan dan dibungkus dengan lirik yang puitis dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Kualitas dari musik yang mereka ciptakan merupakan kualitas dunia yang sudah tidak diragukan lagi keindahannya, salah satu buktinya adalah musik mereka masih saja didengar oleh fans-fans nya di seluruh dunia.

Semakin kesini, musik yang ada semakin beragam dan semakin cepat pula perkembangannya. Dengan berkembangnya teknologi yang ada, membuat para produser rekaman semakin untung. Menghasilkan musik instan berkat kecanggihan teknologi sehingga hanya dibutuhkan beberapa orang saja dalam menghasilkan musik yang menjual dan easy listening. Membuat banyak musisi berbakat tersisihkan karena metode yang mereka gunakan termasuk "kuno" dan tidak bisa mengikuti perkembangan zaman. Saat ini musik yang kita dengar di radio memiliki kecenderungan merupakan lagu dengan beat yang cepat, memiliki dentuman keras dari suara bass drum, genre yang sedang hot saat ini adalah dance, dubstep, techno dance, dan lain sebagainya. Lirik yang ada di dalam lagu-lagu tersebut biasanya diulang-ulang dan membicarakn mengenai kehidupan hedonis yang tren dikalangan anak-anak muda. Kata-kata seperti weed, drunk, club, sex merupakan hal lumrah yang dimasukkan kedalam lagu-lagu saat ini.

Apa yang terjadi dengan Industri musik selama 20 tahun ini? Pertanyaan bagi semua musisi, pemerhati musik,  dan fans musik-musik yang dianggap "jadul".

Dari musik yang digunakan sebagai penyampai pesan, inspirasi, tempat meluapkan emosi, wadah kritik, sekarang hanya dijadikan alat bersenang-senang tanpa batas dan membujuk orang untuk menjadi menjadi seorang hedonis karena menurut lagu-lagu tersebut kehidupan hedonis adalah keren, gaul, dan merupakan suatu kebutuhan saat ini. Memang tidak semua lagu saat ini seperti itu, tapi apa yang ada saat ini kalau tidak mengenai kehidupan hedonis, cinta, dan putus cinta. Tidak ada lagi yang membuat lagu untuk bencana, lingkungan, atau mendukung suatu gerakan yang meliputi kepentingan banyak orang.

Bagaimana menurut anda? Apakah musik yang ada saat ini merupakan suatu kehancuran atau malah merupakan suatu hal baru yang memang sudah saatnya berjaya?

Comments

Popular Posts