Musik: Sebuah Media Pencurahan Jiwa atau Alat Ekploitasi?
Sejarah musik merupakan salah satu sejarah yang paling menarik perhatian saya dari sejak kecil. Sebenarnya saya belum benar-benar tahu bagaimana musik tercipta. Tetapi jika saya mengingat dari apa yang saya pernah pelajari di sejarah, musik sudah digunakan saat manusia masih menggunakan aliran Animisme yaitu kepercayaan manusia terhadap roh nenek moyang mereka. Dalam memuja roh-roh tersebut manusia menggunakan musik sebagai rasa terimakasih kepada roh nenek moyang karena telah melindungi mereka di kehidupan sehari-hari dan dijauhkan dari hal-hal buruk yang bisa meninpa mereka. Tentu saja bentuk musik yang ada tidak seteratur musik saat ini. Musik pada saat itu merupakan bentuk chanting dengan makna-makna tertentu.
Lalu juga adanya aliran kristen yang menciptakan musik gospel sebagai alat memuja Tuhan mereka. Dalam setiap misa minggu, mereka menyanyikan lagu-lagu yang memiliki lirik-lirik memuja kepada Tuhan Yesus. Lalu juga ada lagu-lagu natal yang terkenal hingga saat ini seperti O Holy Night, Hark the Herald Angel Sing, Silent Night, etc. Bahkan semakin banyak lagu-lagu pemujaan terhadap Tuhan mereka yang dijadikan lagu popular.
Jangan lupa lagu-lagu klasik yang memiliki komposer terhebat dunia seperti Mozart, Beethoven, Puccini, etc. Merupakan lagu-lagu abadi dan masih banyak orang mempelajari lagu klasik karena keindahan, kesempurnaannya, dan juga tingkatannya dalam dunia musik. Musik klasik dipercaya adalah genre musik tertinggi di dunia karena tekniknya yang sangat sulit dikuasai, perlu waktu minimal 10 tahun untuk terdengar pantas sebagai seorang musisi musik klasik dan waktu yang lebih agar bisa menjadi seorang musisi klasik handal. Musik klasik tidak bisa dipelajari hanya dalam waktu 3 tahun, karena musik klasik merupakan sebuah musik yang seharusnya dipelajari dari saat kita kecil. Maka dari itu musik klasik hingga saat ini dari segi kualitas masih bisa dikatakan sempurna.
Seperti yang kita ketahui bahwa globalisasi dan industrialisasi merupakan 2 faktor penting yang mempengaruhi musik di dunia. Musik yang awalnya merupakan sebuah media bagi seseorang untuk mencurahkan apa yang ada dipikirannya dan dijadikan sebuah karya indah dan bisa dinikmati oleh banyak orang menjadi sebuah alat eksploitasi industri musik yang dimana "memeras" banyak musisi dan menjadikan budak para major lable dalam mengejar keuntungan. Mungkin para musisi terkenal yang sukses merasakan hasil dari apa yang mereka karyakan. Tetapi sebenarnya sebuah karya musik yang berdasarkan pada "materi" tidak akan bertahan lama atau cenderung tidak berkualitas. Memang ada yang sukses besar dan terkenal di seluruh dunia, tetapi apakah yang mereka hasilkan sesuai dengan kemauan mereka?
Saat ini banyak musisi muda bermunculan dipekancahan musik Indonesia. Mulai yang dari major lable, acara pencari bakat, bahkan dari sebuah website yang cukup terkenal dikalangan anak-anak muda saat ini yaitu Youtube. Contohnya seperti Rini Idol yang merupakan finalis Indonesian Idol dan menjadi salah satu penyanyi yang cukup di pandang di Indonesia. Afgan yang muncul pertama kali di televisi Indonesia dengan gayanya yang khas yaitu kacamata tebalnya dan lesung pipitnya yang menawan hati remaja-remaja putri. Tidak hanya itu, kualitas yang disajikan Afgan juga menjadi salah satu bahan perhitungan manjor lable di Indonesia. Suaranya yang khas menjadi salah satu ciri signifikan seorang Afgan dan segara mencuri hati fansnya. Vidi Aldiano pun juga sebagai penyanyi muda merupakan seorang musisi sukses yang menjadi favorit banyak masyarakat Indonesia.
Contoh diatas masih sebagian kecil musisi yang bisa dikatakan berkualitas, karena banyak dari musisi yang berkualitas berada dibawah radar masyarakat Indonesia dikarenakan industri musik di Indonesia hanya menjual musik yang sesuai dengan pasaran yang mendominasi. Pasaran musik yang mendominasi di Indonesia adalah pop, melayu, dangdut. Padahal jika ingin dicermati, pasaran musik di Indonesia itu beragam dan pastinya tidak kalah banyak dengan pasaran yang mendominasi. Dulu pada tahun 90an pasaran musik yang mendominasi di Indonesia jauh lebih beragam. Hip hop, RnB, dan rock pernah merajai tangga lagu di Indonesia. Tidak hanya itu, menurut saya pribadi, musik yang ada pada tahun 90an memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan saat ini.
Sebenarnya jika ingin dicermati kualitas musik yang ada saat ini menurun bukan karena dari segi musisi yang memang kurang berpengalaman, menginginkan ketenaran instan, dan haus akan materi saja. Perusahaan yang menaungi musisi-musisi tersebut pun menuruti apa yang musisi-musisi tersebut inginkan sehingga tidak heran musik yang ada saat ini makin kehilangan kualitas dan substansi dari musik saat ini.
Saya hanya bisa berharap bahwa orang-orang yang memiliki power dalam industri musik Indonesia untuk membuka hati nuraninya agar musik di Indonesia bisa kembali menjadi sebuah media pencurahan jiwa yang bisa menginspirasi orang banyak. Jika musik tersebut menjual, dijadikan prioritas nomor dua, priotitaskan untuk menyentuh hidup orang.
Lalu juga adanya aliran kristen yang menciptakan musik gospel sebagai alat memuja Tuhan mereka. Dalam setiap misa minggu, mereka menyanyikan lagu-lagu yang memiliki lirik-lirik memuja kepada Tuhan Yesus. Lalu juga ada lagu-lagu natal yang terkenal hingga saat ini seperti O Holy Night, Hark the Herald Angel Sing, Silent Night, etc. Bahkan semakin banyak lagu-lagu pemujaan terhadap Tuhan mereka yang dijadikan lagu popular.
Jangan lupa lagu-lagu klasik yang memiliki komposer terhebat dunia seperti Mozart, Beethoven, Puccini, etc. Merupakan lagu-lagu abadi dan masih banyak orang mempelajari lagu klasik karena keindahan, kesempurnaannya, dan juga tingkatannya dalam dunia musik. Musik klasik dipercaya adalah genre musik tertinggi di dunia karena tekniknya yang sangat sulit dikuasai, perlu waktu minimal 10 tahun untuk terdengar pantas sebagai seorang musisi musik klasik dan waktu yang lebih agar bisa menjadi seorang musisi klasik handal. Musik klasik tidak bisa dipelajari hanya dalam waktu 3 tahun, karena musik klasik merupakan sebuah musik yang seharusnya dipelajari dari saat kita kecil. Maka dari itu musik klasik hingga saat ini dari segi kualitas masih bisa dikatakan sempurna.
Seperti yang kita ketahui bahwa globalisasi dan industrialisasi merupakan 2 faktor penting yang mempengaruhi musik di dunia. Musik yang awalnya merupakan sebuah media bagi seseorang untuk mencurahkan apa yang ada dipikirannya dan dijadikan sebuah karya indah dan bisa dinikmati oleh banyak orang menjadi sebuah alat eksploitasi industri musik yang dimana "memeras" banyak musisi dan menjadikan budak para major lable dalam mengejar keuntungan. Mungkin para musisi terkenal yang sukses merasakan hasil dari apa yang mereka karyakan. Tetapi sebenarnya sebuah karya musik yang berdasarkan pada "materi" tidak akan bertahan lama atau cenderung tidak berkualitas. Memang ada yang sukses besar dan terkenal di seluruh dunia, tetapi apakah yang mereka hasilkan sesuai dengan kemauan mereka?
Saat ini banyak musisi muda bermunculan dipekancahan musik Indonesia. Mulai yang dari major lable, acara pencari bakat, bahkan dari sebuah website yang cukup terkenal dikalangan anak-anak muda saat ini yaitu Youtube. Contohnya seperti Rini Idol yang merupakan finalis Indonesian Idol dan menjadi salah satu penyanyi yang cukup di pandang di Indonesia. Afgan yang muncul pertama kali di televisi Indonesia dengan gayanya yang khas yaitu kacamata tebalnya dan lesung pipitnya yang menawan hati remaja-remaja putri. Tidak hanya itu, kualitas yang disajikan Afgan juga menjadi salah satu bahan perhitungan manjor lable di Indonesia. Suaranya yang khas menjadi salah satu ciri signifikan seorang Afgan dan segara mencuri hati fansnya. Vidi Aldiano pun juga sebagai penyanyi muda merupakan seorang musisi sukses yang menjadi favorit banyak masyarakat Indonesia.
Contoh diatas masih sebagian kecil musisi yang bisa dikatakan berkualitas, karena banyak dari musisi yang berkualitas berada dibawah radar masyarakat Indonesia dikarenakan industri musik di Indonesia hanya menjual musik yang sesuai dengan pasaran yang mendominasi. Pasaran musik yang mendominasi di Indonesia adalah pop, melayu, dangdut. Padahal jika ingin dicermati, pasaran musik di Indonesia itu beragam dan pastinya tidak kalah banyak dengan pasaran yang mendominasi. Dulu pada tahun 90an pasaran musik yang mendominasi di Indonesia jauh lebih beragam. Hip hop, RnB, dan rock pernah merajai tangga lagu di Indonesia. Tidak hanya itu, menurut saya pribadi, musik yang ada pada tahun 90an memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibandingkan saat ini.
Sebenarnya jika ingin dicermati kualitas musik yang ada saat ini menurun bukan karena dari segi musisi yang memang kurang berpengalaman, menginginkan ketenaran instan, dan haus akan materi saja. Perusahaan yang menaungi musisi-musisi tersebut pun menuruti apa yang musisi-musisi tersebut inginkan sehingga tidak heran musik yang ada saat ini makin kehilangan kualitas dan substansi dari musik saat ini.
Saya hanya bisa berharap bahwa orang-orang yang memiliki power dalam industri musik Indonesia untuk membuka hati nuraninya agar musik di Indonesia bisa kembali menjadi sebuah media pencurahan jiwa yang bisa menginspirasi orang banyak. Jika musik tersebut menjual, dijadikan prioritas nomor dua, priotitaskan untuk menyentuh hidup orang.
Comments
Post a Comment