Kaku (Rigid)
Entah kenapa belakangan ini kata "kaku" atau rigid dalam bahasa Inggris terus terngiang di kepala. Entah apa ini karena pengaruh dari film komedi romansa yang sering gue tonton, atau memang gue sedang merasakan itu atau sedang teringat pengalaman percintaan yang notabennya gue ternyata memang kaku? Well, baru gue sadari baru-baru ini kalau gue ternyata memang kaku when it comes to romance. Damn, gue sebagai seseorang yang mendambakan yang namanya romansa sejak gue SMA ternyata gue adalah orang yang cukup kaku kalau udah terjebak di sebuah keadaan romantis.
Terbukti semuanya saat gue sedang tiduran dengan partner gue, well, mantan, berdua, di tempat tidur kosan gue dulu di daerah Tangerang. Malem Selasa, lagu Clair De Lune bersenandung indah, dan diiringi dengan lampu kelap-kelip dengan warna warm white. Setiap kali gue berusaha mengeluarkan kalimat romantis dengan bahasa ibu gue yang dimana adalah Bahasa Indonesia, pasti gagal dan akan selalu beralih cepat ke bahasa Inggris. Entah mungkin apakah gue terlalu banyak nonton romantic comedy Hollywood mungkin?
Tapi yang pasti, saat gue menggunakan bahasa Inggris, fasih. Semua yang gue ingin ungkapkan keluar dengan indahnya. Nah, ditambah dengan segala ke-kaku-an gue dalam suasana romantis... Nampaknya ke-kaku-an itu adala sebuah hal yang wajar menurut gue. Coba bayangin aja ya, saat lo berdua dengan pasangan lo, di tempat tidur, ga ada orang lain, hanya kalian berdua, disitulah kalian merasa yang namanya benar-benar "telanjang".
Jujur, gue gak pernah merasa se"telanjang" itu dihidup gue. Dan disitu gue belajar, bahwa semakin lo kaku, semakin dalam perasaan lo ke orang tersebut. That's true, guys. Well, at least from my experience. Dan yang hebatnya, terkadang perasaan itu masih ada dan membuat lo merasa humble. Humble karena lo pernah serapuh itu di depan orang yang lo sayang dan lo tersadar bahwa betapa beruntungnya saat orang yang lo sayang, ternyata punya perasaan yang sama dengan lo.
Namun, rasa kaku ini adalah yang spesial, tuan dan puan semua. Jadi saat momen kaku itu datang, tarik nafas yang dalam, nikmati, dan jalani. Karena tanpa ada rasa kaku itu, kalian mungkin belum merasakan yang namanya cinta. I was lucky to have those moments. And I will cherish it, forever.
Cheers!
Comments
Post a Comment