I Really Wanna Make Love

Jadi, sebagai seseorang yang cukup sering dalam melakukan hubungan seks, banyak tingkatan dalam berhubungan seks. Ada yang namanya one night stand, ada juga yang namanya sex partner, ada juga yang namanya making love dengan pasangan. Hampir semua jenis seks udah gue rasakan. Some of them are great, some of them, not so much.

The thing is, I always love to have sex. Buat gue, sebagai seseorang dengan love language physical touch, disitu lah gue bisa mengungkapkan perasaan gue ke orang tersebut. Walaupun sering kali terjadi, namun beberapa gagal dikarenakan memang partnernya tidak memiliki tingkat intimasi yang sama dengan gue. Ya, tetep aja, I can still enjoy it, many times.

Namun, karena udah lama banget gue ini single, udah lama pula terakhir kali gue merasakan yang namanya making love. Making love adalah sebuah hubungan seks yang memiliki tingkatan berbeda dibandingkan jenis seks lainnya. Berbeda gimana sih?

Oke, so, dalam berhubungan seks, udah pasti ada yang namanya intimasi, nah, dalam making love, tingkatan intimasi lo itu akan through the roof. Lo bener-bener melayang. Kenapa bisa begitu? Well, mungkin selain karena reaksi kimia dari tubuh kita, perasaan yang kita miliki terhadap pasangan kita membuat semua apa yang dilakukan pasangan kita menjadi sangat spesial.

Setiap kecupan, sentuhan, suara, aroma yang berasal dari pasangan kita menjadi sebuah hal candu yang jujur aja, gue ga pernah cukup. Saat gue making love, 90 percent of the time, I close my eyes. I really enjoy all the sensation coming from my partner. Once in a while I opened my eyes just to see my partner's expression when I make him feel good with all the stimulus I did.

Ditambah, gue juga suka pasang musik saat bercinta, bertambah lagi lah sensasinya. Dengan lampu redup, hanya lampu malam saja yang menyala, sambil terdengar musik lembut, berciuman hingga area sekitar mulut perih karena partner gue baru aja cukur kumis beberapa hari lalu, merasakan betapa lembut bibirnya, memeluk tubuhnya sambil mengusap kepalanya dengan rambutnya yang ikal.

Gosh, I really missed making love. Doing intercourse with no worries in the world because you feel really safe with your partner.

Comments

Popular Posts