Delusi
Pikiran atau pandangan yang tidak berdasar (tidak rasional), biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat yang tidak berdasarkan kenyataan; khayal atau biasa disebut delusi. Sebuah hal yang sedang sering terjadi padaku. Pagi, siang, malam, penuh dengan delusi. Berawal dari sebuah rasa suka, berubah menjadi harapan, lalu berakhir menjadi delusi. Awalnya hanya seorang asing bagiku. Namun waktu yang terus berjalan, membawa kisah-kisah baru, setidaknya bagiku, tidak baginya.
Bagaimana tidak delusi, diriku yang tidak terbiasa diperlakukan baik oleh pria, amat sangat lemah saat ada sesosok pria baik hadir dihidupku. Bagai tumbuhan kering yang disiram air, dipupuk, dan dirawat. Setiap kali tatap muka, sedikit demi sedikit tumbuhan kering itu semakin subur dan hijau. Aneh, padahal tidak setiap hari tatap muka, namun perasaan ini terus tumbuh terhadapnya. Entah, apakah ini benar-benar salahku yang membiarkan hati ini terus merasakan? Nampaknya tidak, beribu kali ku tolak dan beribu kali ku tahan, namun perasaan itu terus hadir.
Lelah hati ini untuk terus menyukai/menyayangi/mencintai orang yang salah. Orang yang sudah pasti tidak ada harapan untuk bisa bersama. Tapi ini bukan kali pertama kok. Namanya juga hati, tidak punya logika, tak mampu berpikir secara logis. Biarlah hati melakukan apa yang dia suka, supaya dia tetap bisa merasakan. Namun, ku tidak akan membiarkan hati ini mengontrol hidupku. Bukan saatnya lagi menjadi impulsif tidak terarah. Ku sudah dewasa. Tidak ada waktu untuk delusi.
Ya sudah, lain waktu lagi delusinya.
Comments
Post a Comment