Nothing Lasts Forever
Mungkin aku telah mengalami suatu kejadian-kejadian yang membuatku berpikir belakangan ini. Aku sungguh bahagia karena aku telah melakukan suatu hal yang kutunggu dari dulu yaitu berpacaran. Sudah 4 orang yang aku pacari kurang dari setahun. Hhehehe, namanya juga baru ngerti pacaran jadi agak susah mempertahankan. Tetapi, setiap orang yang aku pacari mempunyai karakter masing-masing. Mulai dari yang sangat perhatian, sangat cuek, cuek tapi perhatian, dan perhatian tapi cuek. So far, karakter favoritku adalah cuek tapi perhatian. Di luar boleh dia cuek dan terkadang membuat bete, tetapi kalau dia sudah perhatian tidak pernah setengah-setengah.
Kalau aku tahu Tuhan membuat aku seperti ini, lebih baik aku mati dari sebelum aku menginjak kelas 1 SMP. Tetapi ini lah yang sudah ditakdirkan kepadaku, yang aku bisa lakukan hanya ikhlas dan terus berusaha memperbaiki diri. Aku tidak pernah menyesali apa yang aku lakukan, karena semua itu aku lakukan dalam keadaan yang sadar. Jika aku hanya menyesalinya saja, aku tidak akan bertahan hingga saat ini (mungkin saja blog ini tidak akan pernah ada).
Tuhan itu maha segala-galanya, aku percaya bahwa hidupku harus dilalui dengan cara ini. Yang aku bisa lakukan hanya berusaha, untuk hasil akhir kita serahkan kepada Tuhan. Boleh kita mengeluh, boleh kita menangis, tetapi lakukan itu dalam waktu yang singkat! Jika ingin mengeluh, keluarkan semuanya hari itu juga agar tidak terbawa untuk seterusnya. Jika ingin menangis, menangislah saat itu juga! Keluarkan semua air mata yang sudah lama terbendung.
Di dalam hidup ini tidak ada yang abadi, jadi gunakan waktumu yang singkat ini sebaik-baiknya. Boleh jatuh, tetapi jadikanlah kejatuhan itu sebagai penebal mental!
Comments
Post a Comment