Yang Mati Mulai Hidup Kembali

Jadi, beberapa bulan belakangan ini gue ditunjuk oleh pelatih paduan suara mahasiswa di kampus sebagai anggota tim pelatih. Jujur, awal gue mulai menjadi seorang pelatih gue merasa amat sangat gugup. Ya iyalah, secara gue belum pernah tuh yang namanya jadi pelatih paduan suara tingkat mahasiswa. Yang dimana secara skill dan attitude (seharusnya) lebih berkembang jika dibandingkan dengan anak-anak SMA.

Namun setelah gue jalani selama beberapa bulan ini, ternyata rasanya sama kayak waktu jaman gue masih menjadi mahasiswa dan membantu temen-temen gue saat latihan dan pelatih belum dateng. Well, sebagian besar seperti itu rasanya. Namun perbedaan jelas yang gue rasakan adalah, tanggung jawab. Menjadi salah satu tim pelatih membuat gue merasa memiliki tanggung jawab yang lebih dibandingkan hanya menjadi seorang penyanyi paduan suara mahasiswa.

Karena saat menjadi seorang pelatih, disitu gue secara otomatis menjadi seorang pembimbing, seorang panutan yang dimana enggak sedikit orang pastinya. Ya ternyata menjadi orang yang kompetitif ada untungnya juga dibeberapa aspek kehidupan. Salah satunya ini. Jiwa kompetitif gue langsung membara karena gue tahu masih banyak banget kekurangan gue dalam menjadi pelatih. Namun semua kekurangan gue membuat gue semakin haus untuk belajar terus.

Dalam beberapa minggu lagi, paduan suara ini akan tampil disebuah acara yang cukup besar. Saking besarnya, bahkan akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia saat ini, yaitu Bapak Joko Widodo yang akrab disapa dengan pak Jokowi. Sebagai orang yang mengagumi pak Jokowi, hal ini membuat gue merasa semakin tertantang untuk menjadi lebih baik lagi dalam melatih teman-teman penyanyi agar kami bisa menampilkan dan memberikan yang terbaik untuk semua jajaran peserta acara tersebut dam khususnya pak Jokowi.

Di latihan Minggu, 20 November 2022 ini, gue menyaksikan sebuah pemandangan yang amat sangat gue rindukan. Beberapa senior mengajarkan junior-juniornya dalam memperlajari lagu, tanpa harus disuruh. Tiba-tiba gue kilas balik ke masa-masa gue masih menjadi mahasiswa dan aktif dalam paduan suara. Betapa rindunya gue bisa belajar musik bareng dengan teman-teman sebaya dan menjadi lebih baik setiap harinya. Tanpa terasa, disitulah kedekatan kami terjalin dengan sangat baik dan erat, bahkan hingga saat ini kami masih berkomunikasi dengan baik.

Dan jujur, saat melihat pemandangan tersebut, di hati kecil gue terbersit suatu kalimat, "Paduan suara ini mulai bangkit."

Comments

Popular Posts