Getting Comfortable
Diumur 32 ini gue semakin merasa nyaman. Nyaman dengan kehidupan gue yang sendiri ini. Gue engga terlalu misrable lagi untuk yang namanya pengen punya pacar. Karena sekarang ini gue ngerasa kalo gue aja udah bisa buat diri gue bahagia, kenapa harus nyari orang lain? Ya, memang sebagai makhluk sosial kita butuh orang lain. Namun, gue punya keluarga yang cukup baik, temen-temen yang selalu ada untuk jadi support system gue. So, kayaknya cukup untuk saat ini.
Lagi pula, kalo pun gue punya pacar, gue ga mau pacar gue jadi orang yang "menambal" kesedihan yang gue rasakan. Gue mau saat gue punya pacar, dia itu menjadi orang yang bisa share values di hidup gue. Ga cuma "ada" namun beneran involved dalam keseharian gue. Menjadi rutinitas, bagian hidup gue. Oh, dan ya, orang yang tahu apa yang dia mau. Karena buat gue saat ini, gue udah tahu apa yang gue mau dalam kehidupan, dan itu butuh bertahun-tahun gue temukan. So, untuk ketemu sama orang yang sudah berada di tahapan yang sama dengan gue, it would be nice.
Bukannya gue jahat ya, gue cukup picky sih dalam memilih orang yang akan menjadi pasangan gue. Karena, kebanyakkan, mereka suka ngelunjak. Dan, ya, gue udah ga bisa liat orang hanya dari fisik. Kenapa? Karena, orang yang fisiknya terlalu indah, buat gue yang orangnya bosenan, mereka amat membosankan. Yang mereka omongin itu-itu lagi setiap hari. Hadeh, gak dulu, makasih.
Semalem, gue juga abis ngobrol sama temen-temen gue. Salah satu dari mereka, seorang cowok straight, dia keadaannya mirip sama gue, udah bertahun-tahun sendiri, jadi pernah sekali, namun ga lama. Bukan karena kita trauma juga, traumanya udah selesai. Namun, untuk mencari "the one" itu yang sulit. Yes, picky alias pilih-pilih itu penting. Karena, biasanya pemilih itu menunjukkan kalo seseorang itu tau apa yang dia mau. Pemilih juga bukan berarti jadi blunder dan bingung ya.
Bahkan, gue sempet menawarkan diri gue ke temen gue itu, "Umur 40, kalo kita masih sama-sama sendiri, gue mau jadi partner hidup lo. Gak, gue gak mau maksa lo jadi gay, kalo lo memang ga bisa berhubungan seks ya gak apa2, namun untuk bisa ada di hidup satu sama lain, saling menemani, saling care, saling perhatian, itu yang gue butuhkan. Segila2nya gue sama seks, bukan berarti itu doang yang gue cari dari partner gue.
Yah, ya udah, memang belum aja kok. Again, gue sedang sangat menikmati hidup gue saat ini. Sendiri, namun somehow gue enjoy banget. I hope kalian semua yang sedang dalam posisi sulit dalam hidup, bisa melewati semua tantangan itu. Karena, untuk menjadi sukses, memang tidak mudah jalannya dan butuh yang namanya disiplin.
Comments
Post a Comment