Ms. R

Percaya gak percaya, gue dulu sempet punya crush cewe. Yes, sebagai seorang gay yang engga pernah berhubungan badan dengan perempuan, gue sempet punya gebetan. Kita akan sebut dia sebagai Ms. R. Buat yang tahu, tahu. Buat Ms. R, enjoy.

Terjadi di semester awal gue kuliah. Gue dan Ms. R kebetulan adalah dua orang yang menjadi panitia inagurasi angkatan. Dan kebetulan kami berdua adalah BPH, jadi tanggung jawab kami besar dan banyak. Gue dan Ms. R ketemu hampir setiap hari, gue rasa hari dimana kita enggak ketemu adalah Minggu, itu juga karena kami udah mager kemana-mana dan cuma pengen di rumah untuk istirahat. Namun, dari Senin sampai Sabtu, tiada hari tanpa Ms. R.

Kebetulan gue dan Ms. R kuliah jurusan yang sama, jadi udah pasti gue dan Ms. R share pertemanan juga. Bedanya hanya di kelas B, gue kelas A. Jadi, kita engga ketemu hanya saat kita sama-sama ada kelas. Sehabis kelas, kalau itu jam makan siang, kami bertemu di area nongkrong untuk makan siang bareng sambil ngobrol dan ketawa ga ada habisnya. Kuliah yang biasanya selesai di jam 3 sore, kalau ada Ms. R, gue pasti balik malem.

Alasan gue sempet punya crush sama Ms. R adalah karena gue sangat tertarik kepada orang yang bisa bikin gue engga bosen, bahkan wanting more. Ms. R selalu kasih warna baru setiap harinya di kehidupan gue. Since kita share the same major, tugas-tugas pun menjadi sebuah hal yang membawa kita ke momen-momen bikin tugas bareng. Biasanya di kampus, namun kalo bosen, biasanya kita berdua pergi ke perpustakaan yang isinya buku-buku politik, cocok banget buat nyari bahan tugas.

Satu momen yang ga akan pernah gue lupa adalah, gue dan Ms. R lagi keliling kampus untuk mencari orang-orang yang kami pikir bisa membantu dalam urusan dana untuk inagurasi kami. Entah kenapa saat itu cuma kita berdua yang mencari dana, panitia lain entah kemana. Anyway, gue dan Ms. R ceritanya hampir sampai di sebuah area yang dimana menjadi tempat tongkrongan anak-anak jurusan hukum. Namun, pagar yang membatasi antara jalan menuju ke tempat tongkrongan itu dengan tempat tongkrongan itu sudah ditutup. Terpaksa kami berusaha melompati pagar tersebut yang tingginya kira-kira se-pinggang kami. Gue berhasil melompati pagar itu, namun saat Ms. R berusaha melompatinya, dia tersangkut. Posisi dia tersangkut adalah pas saat badannya berada tepat di atas pagar. Ms. R cuma bilang, "Aduh kejepit."

Gue sebagai teman yang baik, gue hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Dengan suara yang semakin serak karena seharian udah habis untuk tertawa, gue melanjutkan tawa gue sambil melihat Ms. R yang panik gak habisnya karena dia masik tersangkut. Akhirnya, saat gue udah mulai tenang, gue bantu dia untuk akhirnya bisa lepas dari pagar itu dan kami melanjutkan usaha kami dalam mencari dana.

Beberapa bulan kemudian, tidak terasa momen inagurasi datang, dana terkumpul dengan susah payah, namun acara akhirnya berjalan. Gue yang sudah siap dengan baju gue yang rapi, terus mengecek semua persiapan acara, satu per satu gue cek, gak lama Ms. R tiba dari salon. Ms. R memakai gaya rambut lurus dan poni lurus, dress yang agak kaku ke bawah, jatohnya bagus banget. She looked like an Egyptian princess. Disitu gue bener-bener kagum, karena ga cuma menarik, namun Ms. R bisa dandan dan memperlihatkan kecantikkannya.

Gue lupa apakah gue pernah menyatakan/nembak Ms. R, namun yang pasti dia tau gue pernah suka sama dia. bahkan dia dituduh menjadi orang yang membuat gue gay. Hahahahaa, engga yaa, Ms. R. Lo bukan alasan gue belok. Lo adalah menjadi orang yang membuat gue yakin kalo gue gay. Karena semua kekaguman gue ke Ms. R hanyalah platonik. Gue bersyukur masih menjaga silahturahmi yang baik dengan Ms. R. She's married, BTW. She has a handsome husband and a very cute kid. I'm happy for her and glad she's happy.

Thank you for always being my friend until now. And I hope we can always be friends till death do us part. Cyaa~

Comments

Popular Posts